Jumat, 15 Agustus 2014

PENDIRIAN KOPERASI

Salam hangat bagi para pembaca. Perkenalkan terlebih dahulu, saya bekerja pada salah satu perusahaan Perbankan Swasta di Samarinda. Saya disini bertujuan menceritakan pengalaman saya yang telah pernah bekerja sebagai Ketua Koperasi dan mendirikan Koperasi atas dasar prakarsa dari atasan saya pada suatu perusahaan Perbankan Swasta. Sebagai pengetahuan buat rekan-rekan atau teman-teman yang ingin membuka usaha koperasi atas dasar kesepakatan bersama guna mensejahterakan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umunya serta memajukan perekonomian suatu daerah. 

Koperasi yang dibuat ini lebih didasarkan dari kebutuhan bersama para pegawai. Pada awal pendirian, tahun 2011, terdapat minimal 20 orang karyawan atau anggota koperasi yang bergabung. Kemudian diadakan Rapat Pendirian Pembentukan Koperasi, setelah disepakati 20 anggota tersebut maka disetujui Alamat kantor, 3 orang pengurus, upah pengurus, pelayanan koperasi serta pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) pada akhir tahun.Setelah semua selesai dirembukkan, kemudian mengajukan permohonan pada Dinas Koperasi. Dari Dinas Koperasi diberitahukan langkah-langkah selanjutnya seperti minimal modal, minimal anggota dll. Adapun Modal awal pendirian koperasi kurang lebih Rp.15.000.000 dan anggota minimal 20 orang disertai Berita Acara Pembentukan Koperasi. setelah semua dilengkapi, kemudian saya ke Notaris, untuk membuat Akte Notaris tentang Pendirian Koperasi. Biaya yang dikeluarkan sebesar Rp.3.000.000. Setelah semua selesai, baik dari Dinas Koperasi dan Notaris, maka Koperasi kami telah sah secara Hukum berdiri. Adapun koperasi kami bernama, "Koperasi xxx (Mohon maaf ditutup utk kepentingan bersama) Jadi usaha yang pertama kami lakukan yaitu penghimpunan dana dari anggota dan pelemparan dana pula untuk anggota. Untuk penghimpunan dana, kami buat ada produk simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan sukarela.Sedangkan untuk pelemparan dana/kredit, kami salurkan minimal Rp.1.000.000 dan maksimal Rp.3.000.000 dengan jangka waktu maksimal 4 bulan. Ini kami jalankan pada tahun-tahun awal, dan alhamdulillah, pada tahun pertama 2011 kami mendapatkan untung sebanyak Rp.5.000.000. Dan kami bagi-bagi kepada anggota semua sesuai ketentuan bersama. Kemudian menginjak tahun ke-2, yaitu tahun 2012, kami lakukan Rapat Anggota, yang isinya membahas perkembangan Koperasi ke depan, maka hasilnya seluruh anggota setuju untuk menaikkan penghimpunan dana dan penyaluran. Untuk simpanan pokok kami target per bulan untuk per orang Rp.50.000, simpanan wajib Rp.20.000, dan simpanan sukarela kami bebaskan kepada semua anggota, mau menyetor atau tidak, untuk menarik simpanan anggota, saya membuat tabel simpanan sukarela, dengan pemberian bunga hingga 10%/tahun dari minimal simpanan Rp.1.000.000. Dan alhamdulillah, ada 2 anggota yang mau menyetorkan dananya hingga Rp.150.000.000. Saya bersyukur sekaligus beban, karena, jika tidak dilempar kredit, maka akan menjadi beban bunga. Maka saya membuat surat edaran, untuk Rapat Anggota membahas penyaluran kredit. Dan disepakati, penyaluran dinaikkan hingga maksimal Rp.6.000.000 jangka waktu maksimal 10 bulan. Dari anggota tidak menekankan SHU pada tahun 2012 harus ada sekian-sekian, tetapi saya membuat target tersendiri, untuk target tahun 2012, saya akan mencapai target sebesar Rp.15.000.000. Hampir kenaikan 150 % dari tahun 2011. Para anggota tidak ada yang menanggapi serius dan yang penting bagi mereka adalah dapat penyaluran kredit untuk kebutuhan sehari-hari maupun modal usaha. Tetapi ternyata di Tahun 2012, target yang dicanangkan melebihi prediksi. Kami mendapatkan laba sebesar kurang lebih Rp.33.000.000. SHU tahun 2012 ini kami bagi rata semua. Para anggota senang dan bahagia. SHU Akhir tahun 2012 kami sisihkan sedikit untuk mengadakan syukuran. Kami sepakati mengadakan syukurun di Salma Shoffa Mugirejo.Kami makan-makan, berenang, foto-foto dan lomba kecil-kecilan. Kemudian di tahun 2013, saya membuat surat edaran lagi, untuk Rapat Anggota, membahas Kinerja Koperasi di Tahun 2013, wajib ada kenaikan laba SHU dari Tahun 2012. Setelah diadakan rapat, dan disepakati untuk penyaluran kredit di Tahun 2013 naik menjadi Rp.10.000.000 jangka waktu 16 bulan. Sedangkan Laba lagi-lagi dari anggota tidak membahas. Tetapi untuk Laba tahun 2013 saya maksimalkan mencapai Rp.30.000.000, menyamai tahun 2012. Perjalanan pun berlanjut, hingga tahun 2013. Pada pertengahan bulan Desember 2013, saya membuat surat edaran, untuk mengadakan Rapat Anggota. Memberitahukan perkembangan Kinerja Koperasi Tahun 2013. Sesuai dengan Rapat terdahulu, adapun prediksi target pencapaian laba tahun 2013 yaitu tumbuh 100% sebesar Rp.33.000.000. Dan sekarang di Tahun 2013, target laba yang planingkan melebihi target yang dibuat. Kami mendapatkan laba tahun 2013 sebesar Rp.61.000.000. Semua anggota bersyukur. Kami melakukann rapat, pembagian SHU sesuai kesepakatan bersama serta diadakan sedikit syukuran. Demikian sedikit cerita maupun pengalaman saya dari pekerjaan sebelumnya, semoga rekan-rekan maupun teman-teman mau berusaha galakkan pendirian Koperasi, karena tujuan utama koperasi adalah mengembangkan kesejahteraan anggota, pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya. Dan pada Pasal 33 ayat 4 disebutkan juga bahwa perekonomian nasional diselenggarakan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan. Itulah sebabnya dikatakan bahwa koperasi adalah soko guru perekonomian Bangsa Indonesia. Koperasi adalah satu-satunya konsep pengembangan/pembangunan ekonomi masyarakat, yang secara ideologis sangat cocok dengan budaya dan karateristik Bangsa Indonesia yaitu musyawarah dan gotong royong. Karena prinsip utama koperasi semakin banyak anggota, semakin meningkat simpanan, penyaluran kredit pun semakin meningkat sehingga laba pun semakin naik dan SHU pun untuk anggota besar, sehingga mensejahterakan para Anggota khususnya maupun masyarakat sekitar pada umumnya.
Jika rekan-rekan maupun  teman-teman yang ingin atau sudah terbentuk pendirian koperasi, dan ingin sharing, saya dengan senang hati memberi bantuan kepada rekan-rekan atau teman-teman sekalian. Bagaimana pendirian awal, membuat Akte Notaris, Laporan Pertanggungjawaban Kerja, Laporan Laba/Rugi, perhitungan PPAP kredit, Laporan Neraca,Rapat Anggota Tahunan, Anggaran dasar, menyusun Kinerja Tahunan, target laba, sehingga laba dapat tercapai maksimal. Akhir kata saya ucapkan semoga para pembaca sukses. Amin. Terima Kasih
Email = hendryhamzah73@gmail.com